Apa hendak dipelajari dari ku
Yang seorang fakir di belantara rimba purba kata
Hanya tetes-tetes dari nadi yang terkoyak oleh sabetan kuku-kuku belukar yang meminta tumbal prasasti kaca
Minggu, 19 September 2010
Tumbal Prasasti
Apa hendak dipelajari dari ku
Yang seorang fakir di belantara rimba purba kata
Hanya tetes-tetes dari nadi yang terkoyak oleh sabetan kuku-kuku belukar yang meminta tumbal prasasti kaca
Yang seorang fakir di belantara rimba purba kata
Hanya tetes-tetes dari nadi yang terkoyak oleh sabetan kuku-kuku belukar yang meminta tumbal prasasti kaca
Jiwa Rana
Kanda
Ini adalah lembaran terakhir dinda yang terkoyak
Tahukah dikau kanda
Rinjani kini menghalimun misteri perih
Di ujung bulan separuh itu
Dinda duduk bertopak dagu
Kanda
Adakah benang yang dikau rajut
Guna rekatkan koyakkan jiwa rana ku???
Sedang jarum lalu masih tertusuk di ulu
Ahh kanda
Dinda tunggu asy-syifamu
Ini adalah lembaran terakhir dinda yang terkoyak
Tahukah dikau kanda
Rinjani kini menghalimun misteri perih
Di ujung bulan separuh itu
Dinda duduk bertopak dagu
Kanda
Adakah benang yang dikau rajut
Guna rekatkan koyakkan jiwa rana ku???
Sedang jarum lalu masih tertusuk di ulu
Ahh kanda
Dinda tunggu asy-syifamu
Rabu, 25 Agustus 2010
Bening
saat di mana telah pergi angin mengembara sahara
tinggallah keheningan tanpa belaian sutra tak berupa
ketika telah sampai waktu berpulang ke tanah kelahiran
menjejaki rerumputan yang mengangguk menyambut kedatangan
rekatkan petak retina mu
rentang indramu
andai dekap utuh semesta
ini lah ketenangan
saat tak ada lagi kebisingan
ini lah hening
dalam jiwa-jiwa yang bening
tinggallah keheningan tanpa belaian sutra tak berupa
ketika telah sampai waktu berpulang ke tanah kelahiran
menjejaki rerumputan yang mengangguk menyambut kedatangan
rekatkan petak retina mu
rentang indramu
andai dekap utuh semesta
ini lah ketenangan
saat tak ada lagi kebisingan
ini lah hening
dalam jiwa-jiwa yang bening
Sabtu, 21 Agustus 2010
Sampan Renjana
menggunung tempa gundah ku paja
pada keheningan yang menjejaki hamparan dedaun kering
melodi klasik kaki langit mencipta senandung tarian kunang-kunang
bintang hilang dimamah awan
pada pucuk temaram
tik tak
sepertiga kepak sayap malaikat
muara telaga jiwa disinggah sampan renjana
didayung mahabbah jati
anggur mengambangkan purnama rupa mu
Tuhan telah menjadikan musim ini begitu indah
dengan rampai melati menghijab wujudmu di serindu malam persandingan
pada keheningan yang menjejaki hamparan dedaun kering
melodi klasik kaki langit mencipta senandung tarian kunang-kunang
bintang hilang dimamah awan
pada pucuk temaram
tik tak
sepertiga kepak sayap malaikat
muara telaga jiwa disinggah sampan renjana
didayung mahabbah jati
anggur mengambangkan purnama rupa mu
Tuhan telah menjadikan musim ini begitu indah
dengan rampai melati menghijab wujudmu di serindu malam persandingan
Kamis, 22 Juli 2010
Janur mu
Menjejaki masa janur mu mengundang dalam lambaian purnama dua belas
Ku sapu ceceran darah nadi simpul rupa membusur madu
Empat sudut sapu tangan sunyi mencipta bercak enggan ku cuci
Ini kidung pesakitan
Dinamika nada cabikan cinta
Gugur kembang di jambangan bintang
Serak mahkota hilang harum setaman
Ku sapu ceceran darah nadi simpul rupa membusur madu
Empat sudut sapu tangan sunyi mencipta bercak enggan ku cuci
Ini kidung pesakitan
Dinamika nada cabikan cinta
Gugur kembang di jambangan bintang
Serak mahkota hilang harum setaman
Kamis, 15 Juli 2010
Sunyi
Tahukah engkau
Apa itu sunyi
Pernahkah engkau rasai nikmatnya sendiri telanjang pandang
Nikmat bercinta pada keindahan
Inilah sunyi
Padang jiwa pecinta
Keasyikan memuja kesempurnaan
Inilah sunyi
Percintaan di sepertiga malam
Apa itu sunyi
Pernahkah engkau rasai nikmatnya sendiri telanjang pandang
Nikmat bercinta pada keindahan
Inilah sunyi
Padang jiwa pecinta
Keasyikan memuja kesempurnaan
Inilah sunyi
Percintaan di sepertiga malam
Langganan:
Postingan (Atom)